Pelatihan Singkat (satu hari) Tes Potensi Akademik (TPA) yang materinya merupakan materi dasar dalam seleksi masuk Calon Mahasiswa MM UI Salemba Jakarta, MM UGM Yogya, Masuk MM UNPAD, MMA IPB, MM ITB, Pascasarjana UI, Pascasarjana UGM, MM UNBRAW Malang, MM UNSRI Palembang, Seleksi Pegawai BUMN, Seleksi Utama Pegawai Pertamina, Bank Indonesia, BPK, BRI, Bank Mandiri, Total Indonesia, Bappenas, BPPT, dll selain itu juga dipergunakan dalam seleksi masuk Pascasarjana, Beasiswa Stuned, Beasiswa Bappenas, Beasiswa Sampoerna, dll
Inteligensi dan Bakat
Inteligensi merupakan suatu konsep mengenai kemampuan umum individu
dalam menyesuaikan diri dengan lingkungannya. Dalam kemampuan yang umum ini, terdapat
kemampuan-kemampuan yang amat spesifik. Kemampuan-kemampuan yang spesifik ini
memberikan pada individu suatu kondisi yang memungkinkan tercapainya pengetahuan,
kecakapan, atau ketrampilan tertentu setelah melalui suatu latihan/ pendidikan
formal/informal. Inilah yang disebut Bakat atau Aptitude. Karena tes
inteligensi (tes IQ) tidak dirancang untuk menyingkap kemampuan-kemampuan khusus
ini, maka bakat tidak dapat segera diketahui lewat tes inteligensi.
Alat yang digunakan untuk menyingkap kemampuan khusus ini disebut TES BAKAT atau
APTITUDE TEST. Tes bakat yang dirancang untuk mengungkap prestasi belajar pada
bidang tertentu dinamakan Scholastic Aptitude Test/ Tes Bakat Skolastik (TBS) .
Contoh dari Scholastic Aptitude Test adalah Tes Potensi Akademik (TPA) dan
Graduate Record Examination (GRE).
Tes Potensi Akademik
Adalah suatu tes yang yang diperuntukkan
mengukur kemungkinan keberhasilan seseorang apabila yang bersangkutan
melanjutkan ke dunia akademik atau memangku jabatan/ golongan dimana jabatan/
golongan tersebut membutuhkan kemampuan akademis. Skor
TPA/TKU masing-masing penyelenggara mempunyai kriteria sendiri, namun TPA/TKU
yang telah umum dipergunakan dan diakui secara internasional yaitu yang
diselenggarakan OTO Bappenas dan bekerjasama dengan beberapa perguruan tinggi di
dalam negeri. Skor tersebut antara 200 s.d 800 dimana paling rendah adalah
200 dan paling tinggi (apabila benar semua) adalah 800. Seseorang dianggap
mempunyai kemampuan rata-rata bila mampu mencapai skor 500 (mean). Skor TPA yang
diterbitkan OTO Bappenas berlaku hingga 2 th (dua tahun) sejak tanggal tes, dan
tidak dapat diperpanjang kecuali yang bersangkutan mengikuti tes TPA kembali.
Materi soal TPA terdiri dari 3 subtest yang masing-masing subtest memiliki skor
antara 20 s.d 80, sehingga nilai/skor total didapat dari penjumlahan skor ketiga
subtest tersebut dibagi 3 dan dikalikan 10 (rincian ini dapat dilihat di kertas
skor TPA OTO-Bappenas).
Materi soal TPA, TBS, TKU, TKA
serupa dengan GRE dan GMAT karena soal-soal TPA memang kombinasi antara keduanya.
Pelatihan TPA/TKU/TKA diadakan untuk mengenalkan model Tes dengan pertimbangan orang yang
mempunyai potensi tinggi namun belum pernah mengenal bentuk soal dan strategi
mengerjakan tes seleksi tersebut selalu mendapat skor/nilai yang lebih rendah
bila dibandingkan dengan orang yang pernah mengikuti dan telah memahami aturan
mainnya. Dengan mengikuti pelatihan ini maka nilai dapat dimaksimalkan dan skor
yang didapat peserta lebih objektif, sebab bila setelah mengikuti pelatihan
skor-nya tinggi maka memang objektitif tinggi dan bila rendah maka memang
objektinya rendah.
Bagi Peserta
perorangan :
Datang langsung ke kantor GPSJAKARTA Consulting atau lewat telpon dan biaya di tranfer dengan
bukti tranfer di fax paling lambat
dua hari sebelum tanggal pelaksanaan.
Bagi Lembaga
(In House Training) : Mengajukan
permohonan tertulis dan mengisi Formulir “Kesediaan Menanggung Biaya
Pelatihan” bermeterai dg ditandatangani pejabat yang berwenang . Permintaan
kerjasama dapat dikirim melalui Fax atau datang langsung ke kantor GPS paling
lambat 20 hari sebelum pelaksanaan.
Mengapa Pelatihan Penting
Pada
umumnya calon peserta Tes TPA yang telah lama meninggalkan
bangku kuliah di perguruan tinggi mempunyai skor TPA yang relatif lebih
rendah dibandingkan dengan peserta yang baru
lulus dari pendidikannya; peserta yang telah memasuki usia 35 tahun atau lebih
punya kecenderungan skor yang
diperolehnya relatif lebih rendah dari mereka yang lebih muda;
peserta yang berlatar belakang pendidikan non eksakta mempunyai skor yang
relatif lebih rendah bila dibandingkan peserta dengan latar belakang eksakta;
dan peserta yang tinggal di luar
Jawa rata-rata mengalami hal yang sama bila dibandingkan dengan peserta yang ada
di Pulau Jawa. Karena secara umum potensi
akademik merupakan potensi seseorang
yang tidak ada korelasinya dengan latar belakang baik perbedaan usia,
jenis kelamin, suku, wilayah, dll, maka
kegiatan pelatihan TPA ini dianggap penting
agar semua calon peserta tes disegarkan kembali ingatannya dan memiliki
persepsi maupun memahami aturan main tes yang sama sehingga potensi akademisnya
dapat terukur dengan tepat.
Pelatihan
Untuk Siapa ?
Seseorang
yang telah cukup lama meninggalkan bangku kuliah;
Seseorang
yang bidang pekerjaannya tidak berkaitan dengan dunia akademis ;
Seseorang yang usianya telah mencapai 35 th atau lebih;
Seseorang yang memiliki latar belakang pendidikannya non eksakta.
Mereka yang merasa perlu mempersiapkan lebih baik untuk menghadapi persaingan dlm seleksi TPA.
Manfaat Pelatihan Apa Saja ?
GPSJAKARTA
berpengalaman menyelenggarakan Pelatihan TPA. Berdasarkan pengalaman
selama ini bahwa banyak peserta yang nilainya rendah disebabkan awam dengan
model soal TPA. Namun setelah mengikuti pelatihan di GPSJAKARTA hasilnya
sebagian besar peserta TPA meningkat tajam. Selain itu keuntungan lainnya adalah
:
Pelatihan TPA akan sangat membantu terutama bagi mereka yang belum pernah
melakukan tes TPA atau mereka yang telah lama meninggalkan bangku kuliah;
Dengan mengadakan Pelatihan TPA kerjasama dengan GPSJAKARTA yang akan diakhiri dengan evaluasi berupa Tes Prediksi TPA, maka baik Lembaga maupun Karyawan dapat memperkirakan potensi akademisnya, selain perasaan percaya diri lebih tinggi dalam menghadapi TPA.
Verbal
( padanan kata, lawan kata, analogi verbal);
Kuantitatif ( hitungan, deret bilangan, komparasi kuantitatif); Penalaran
( logika formal, analitis, keruangan, penalaran logis) serta ditambah dengan
teknik mengerjakan TPA dengan metode berpikir strategis. Baik materi ataupun
model TPA selalu di update/ direvisi mengikuti perubahan materi dan model
penyelenggara TPA lainnya. Dengan revisi rutin peserta lebih siap mengikuti tes
TPA dari berbagai lembaga penyelenggara. Instruktur berpengalaman & sebagian
besar berlatar belakang pendidikan
yang relevan dengan materi pelatihan
Peserta perorangan : Bagi calon peserta perorangan, pelaksanaan pelatihan diadakan di GPSJAKARTA. Pelatihan dilaksanakan hanya satu hari untuk semua materi dan latihan soal. Waktu Pelatihan Reguler setiap hari libur kerja Sabtu/Minggu pada setiap minggunya mulai Pk. 08.00 s.d 17.00 Wib
Lembaga :. Tempat dan waktu dialokasikan oleh pihak lembaga peminta. Untuk prasarana ruang kelas beserta peralatannya (papan tulis, wireless) disediakan oleh lembaga peminta. Agar proses belajar mengajar berjalan dengan baik maka jumlah peserta maksimal 30 orang/kelas. Waktu Pelatihan satu hari mulai Pk. 08.00 s.d 17.00 Wib
Apa Kata “Koran Tempo “ Tentang GPSJAKARTA
……banyak
kasus yang menunjukkan seseorang yang sebenarnya memiliki kemampuan tinggi
ternyata tidak lolos tes. Para peserta psikotes (maksudnya TPA) itu merasa awam
dan tidak tahu aturan main dari alat tes. "Akibatnya bisa diduga, nilai
mereka rendah dan diinterpretasikan sebagai tidak berpotensi. Mereka pun gugur
pada tahap awal seleksi," katanya kepada Tempo News Room.
Namun, kata Moko, seseorang yang potensi sebenarnya memang rendah, hasil
tesnya tidak akan meningkat setelah mengikuti kursus. "Artinya, kegiatan
kami bukan membuat orang yang kurang berpotensi menjadi terlihat seolah-olah
berpotensi. Namun, kami berusaha menyamakan persepsi mereka sehingga mereka siap
untuk dilihat potensinya" katanya.
Cerita Hiasinta, yang mengaku memperoleh begitu banyak manfaat dari
kursus, melukiskan hal itu. Dia menjadi tahu cara menyelesaikan soal tes,
terutama yang berkaitan dengan berhitung. "Dalam soal tes, angka-angka
tersebut kan rumitnya nggak tanggung-tanggung. Kalau pertama kali dilihat memang
bikin kepala pusing. Namun, ketika saya mengetahui cara mengerjakan soal seperti
itu, jadi terlihat lebih mudah dan juga cepat pengerjaannya," katanya.
Hiasinta
juga merasa banyak belajar mengenai cara bernalar yang praktis. Hal tersebut
sangat penting, sebab dalam psikotes (NB: banyak yang belum dapat membedakan
antara TPA dengan Psikotes) juga terdapat soal-soal yang berkaitan dengan
penalaran. (Cuplikan dari sebuah artikel pendidikan sepanjang satu halaman koran
yang mengulas kegiatan pelatihan GPSJAKARTA dimuat “Koran Tempo”, 26 Januari
2003)
…………….Jalan Syafril menuju ''Kampus Biru'' tidaklah mulus. Ia sempat gagal lolos tes potensi akademik (TPA) dan psikotes pada kesempatan pertama. Skor TPA-nya 300-an, jauh di bawah batas lulus, 500-an. Selepas ujian, ia mendapat informasi keberadaan Gerbang Psikologi dan Studi (GPS), lembaga bimbingan tes potensi akademik, di kawasan Paseban Raya, Jakarta. Terakhir, alamatnya berpindah ke Jalan Percetakan Negara, Johar Baru, Jakarta.
Tiga
bulan berselang, kesempatan Syafril mengikuti ujian saringan MM UGM kembali
terbuka. Sebelum ke Yogya, ia lebih dulu ikut bimbingan di GPS. Ongkosnya Rp
125.000. Latihan itu berlangsung sehari penuh. ''Biaya yang dikeluarkan sepadan
dengan hasil yang didapat,'' katanya. Kini, Syafril bisa mendongkrak skornya ke
angka 598, hingga bisa ikut program magister manajemen.
Kisah sukses berkat GPS tak hanya monopoli Syafril. Renita dan Devi Niar punya pengalaman serupa. Dua gadis lajang ini dengan mulus lulus masuk MM Universitas Indonesia (UI) setelah ikut bimbingan GPS. ''Saya merasa terbantu,'' kata Devi Niar, yang berhasil mencapai angka seleksi 590. Selama di GPS mereka diajari trik agar cepat menyelesaikan soal TPA…….. (cuplikan artikel pendidikan di Majalah “GATRA”, edisi April 2003).
| Jenis Pelatihan | Uraian Pelatihan | Biaya |
|---|---|---|
| Pelatihan TPA Reguler | Adalah Jenis Pelatihan TPA yg secara rutin diadakan setiap akhir pekan Sabtu/Minggu (jumlah peserta min 15 orang). Tempo Pelatihan Hanya 1 (satu) hari nonstop. | Rp. 250.000/ org |
| Program In House Training | Diadakan atas permintaan lembaga dan jumlah permintaan minimal 20 orang. Biaya akomodasi ditanggung user/ lembaga peminta (biaya Net). Semua fasilitas disediakan users, kecuali materi pelatihan. | Rp. 300.000/ org |